21.2.12

relations

kali ini gue ga mencoba sok2an bahas tentang hubungan dalam konteks lawan jenis yang diwarnai merah jambu percintaan.
gue akan mencoba sedikit serius.
*ehm.

lo tau Public Relations.?
sejauh yang gue inget waktu jaman kuliah dulu, yang maap gue lupa sumbernya,
Public Relations is a planned and sustainable effort to establish and maintain mutual understanding and goodwill between an organization and its public.

intinya, PR adalah 'jembatan' antara perusahaan dengan orang2 yang secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan perusahaan tersebut.
hahahaha. lagi2 sotooooy dan sok berteori.

kerjaan gue yang sekarang ini kurang lebih mirip sama PR.
relations yang gue bangun adalah public yang berhubungan secara langsung dengan perusahaan, yaitu supplier atau vendor.
*buat mahasiswa atau lulusan PR, coba diinget2 lagi 8 type of public.

ternyata menjadi 'jembatan' antar 2 kubu yang mengusung kepentingan beda2 tuh susyeh2 gampang yah ciiinn.
di satu sisi perusahaan maunya mendapatkan jasa atau hasil produksi dengan harga murah. vendor atau supplier juga mau menangin tender atau project yang gue lempar ke mereka dengan harga yang cukup menguntungkan.
sampe akhirnya didapetin harga yang cocok antar kedua belah pihak.
setelah disetujui dan urusan admin beres, kerjasama pun dilakukan.

after event, gue akan melewati satu drama yang sudah cukup familiar.
vendor atau supplier minta bayaran, sedangkan dari perusahaan biasanya harus ada beberapa tahap dulu sampe akhirnya uang bisa keluar.
disinilah gue merasa seperti terjepit di dua kubu yang dimana gue harus berpihak pada keduanya.
udah tau gue orangnya labil dan mudah dipengaruhi, jadi mesti kuat2an deh.

sii perusahaan bilang bahwa tahap payment belum beres karena ini dan itu, sedangkan sii vendor sudah mulai ngejar2 plus pake bumbu 'cash flow lagi seret nih mba..'
bingung kan lo jadi gue.?
di satu sisi ga enak juga sama vendor atau supplier yang udah melaksanakan tugasnya dengan baik, tapi di satu sisi juga ga bisa apa2 saat cek payment masih nyangkut di sana sini.
kalo udah kayak gini cuman bisa tebal telinga dengerin rengekan sang vendor.

oya, berhubungan sama vendor dan supplier gini gue juga berurusan sama yang namanya quotation atau list barang apa aja yang dibutuhkan dari sii vendor. di quotation itu isinya ada :
- quantity
- detail barang yang diinginkan
- lama masa sewa atau lama pembuatan atau kapan barang tersebut harus ada di gue
- ukuran
- dan sebagainya

paling njelimet sih ngerjain quotation kontraktor. mesti teliti ngitung ada berapa meja, berapa booth, berapa meter karpet. abis itu gue lempar ke vendor dan setelah balik ke gue harus gue cek lagi sudah sesuai spesifikasi yang gue mau apa belum. pastiin lagi ke vendornya bahwa apa yang gue mau sama apa yang dengan mereka maksud di quotation.
kalo gue udah ngerjain quotation gini gue paling suka sambil dengerin iPod biar lebih konsen.

quotation itu bentuknya kayak jurnal akuntansi.
akhir2 ini gue sangat bersyukur gue jadi anak IPS dan sedikit2 ngerti akuntansi *walaupun waktu kelas 2 SMA sempet demo sama guru akuntansi dan dipanggil ke ruang BP*
jadi ga bego2 amat gitu ngerjain quoatation.
dan bersyukur juga walaupun gue anak IPS tapi gue gak anti sama angka. yaaahh kalo itung2an dikit mah gue masih bisa terima deh. hihihihi.

balik ke topik relations.
gampang2 susah yah jadi orang yang menjembatani dua sisi yang masing2 mengusung kepentingan sendiri2. nah, gimana caranya biar dua kubu itu mencapai mutual understanding atau kesepahaman bersama biar terjalin kerjasama yang baik.
baru jadi vendor relations aja udah pusying. gimana beneran jadi public relations yah.?
hihihihihi...


--CePe--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

please do not be hesitate to speak up your mind

 
blog design by suckmylolly.com | Distributed by Deluxe Templates