4.7.09

masih tentang waktu --posting di kala mati lampu--

--sebelumnya mau say thanks buat Reja yang udah nolongin gue., jadi gue bisa tampilin comment box di blog gue..--

beberapa hari ini gue merasa udah menyia2kan minggu tenang yang seharusnya buat belajar itu. gue malah main2 --as you can read on my posting before--.
sampe seseorang ngingetin gue --thanks to mas DFI-- bahwa time is running out dan dia yang bawel banget ngingetin gue buat belajar. dia juga yang rajin banget countdown ke tanggal gue ujian. hehehe. thanks, Sir.!
ga berasa bentar lagi mau ujian. dan gue, atas peringatan dari DFI dan juga karena kesadaran diri gue sendiri., mulai nyicil2 belajar. bahkan gue bikin jadwal segala. hari ini harus accomplish mata kuliah ini, besok mata kuliah itu. bukan jadwal tertulis sih. tapi lumayan gue patuhi. mungkin karena udah timbul kesadaran diri itu tadi.hehehe.

mulailah gue belajar.
awalnya lancar2 aja.
kemaren2 --waktu gue belum menemukan kesadaran diri--., gue puas2 aja main internet. emang udah ada niat sii buat cari2 bahan buat final project. tapi yang ada gue malah main2. sampe pas hari H dimana gue menjadwalkan diri gue buat cari bahan ujian tersebut.
damn.
internet gue mati.
udah gue utak atik tapi teteup ga bisa.
gue kesel dan merubah rencana.
nothing can stop me.
even internet gue mati gue mesti 'dapet sesuatu' hari ini.
dan gue belajar hands out untuk mata kuliah lain.
pas lagi baca2., gue ketiduran.
ya udah gue lanjutin aja.
biar sekalian begadang.
pas gue bangun,
mati lampu.
jadilah hari ini gue belum belajar apa2.
belum mempersiapkan diri dengan baik untuk ujian gue.

gue bener2 mempermainkan waktu.
gue pikir gue bisa mengendalikan waktu.
gue pikir gue bisa kontrol waktu yang dikasih buat gue.
tapi yang ada gue malah nyia2innya.

sekarang gue berasa 'disentil' oleh Sang Pemilik Waktu.
Dia negor gue karena gue suka menyia2kan waktu.
gak manfaatin sebaik2nya apa yang udah Dia kasih.

for this case., di tengah kegelapan malam di saat mati lampu ini., gue cuma bisa nyanyi Nasyid yang dipopulerkan oleh Raihan, Demi Masa :

ingat lima perkara sebelum lima perkara
Sihat sebelum sakit,
Muda sebelum tua,
kaya sebelum miskin,
Lapang sebelum sempit,
Hidup sebelum mati...



--CePe--



posting ini gue tulis saat mati lampu. gue tulis di draft HP. dan gue pindahin ke blog saat lampu udah idup dan koneksi internet udah bersahabat.

1.7.09

the one that can't be repeated and stopped


waktu adalah hal yang terus berjalan tanpa bisa kita menghindar atau menolaknya. yang bisa kita lakukan hanyalah mengaturnya. menurut buku yang saya baca, --Ilmu Komunikasi oleh Prof. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D-- ada dua macam konsep mengenai waktu menurut Edward T. Hall: monokronik dan polikronik.

penganut waktu polikronik adalah mereka yang memandang waktu sebagai suatu putaran yang akan kembali lagi.penganut polikronik adalah mereka yang cenderung menganggap waktu sebagai hal yang bisa kembali lagi. mereka lebih mementingkan hal2 yang terjadi dalam waktu daripada waktu itu sendiri.
mereka cenderung santai dalam mengatur aktifitas. tak ada kata 'buru2' karena mereka kurang menghargai waktu.
sebaliknya.,monokronik adalah mereka yang menghargai waktu dengan teramat sangat. mereka memandang waktu sebagai berjalan lurus dan memperlakukannya sebagai hal yang harus benar2 dipilahpilih, dibagi, atau dihemat. penganut monokronik sangatlah menghargai waktu.

contoh nyata.
saat di kantin mahasiswa kita bisa melihat mana mahasiswa yang monokronik dan polikronik.
saat seorang mahasiswa melewati meja yang penuh dengan teman2nya dan ia hanya melambai dan sekedar basa basi maka ia adalah penganut monokronik.
namun saat ada mahasiswa lain yang saat melewati meja teman2nya dan ia berhenti bahkan ikut duduk bersama maka bisa jadi ia adalah penganut polikronik.


kita termasuk yang mana.?

mungkin kita tak menyadari hal itu.

padahal waktu adalah uang.


mungkin terdengar klise.
tapi saya punya contoh nyata mengenai hal itu.

kemarin saya dan seorang sahabat mau nonton Garuda di Dadaku di Slipi Plaza.
karena sedikit terlambat dan saya hanya punya sedikit waktu yang tersisa sebelum film itu dimulai, maka saya memutuskan untuk naik bajaj.
padahal jika saya tak sedang terburu2 saya bisa naik Kopaja P16 dan membayar 2000 rupiah saja.

namun karena keterlambatan saya maka saya harus membayar 5 kali lipat.

see..?? time is money.

itu hanya contoh sederhana dan nyata.

berapa dari kita yang 'menawar' waktu.

dan berapa pula dari kita yang harus 'membayar' untuk 'membeli' lagi waktu yang telah hilang.


jarang masuk kuliah. lalu gagal di mata kuliah. dan harus mengulang mata kuliah tersebut di semester depan.

uang,kan?

mahal,kan?


saya juga tak mau munafik dengan bilang bahwa saya adalah orang yang tepat waktu.

tak jarang saya janjian bertemu jam 4 tapi baru jalan dari rumah jam 4.15 ..

saya juga tak mau bohong dengan bilang bahwa saya pintar membagi waktu.

buktinya sekarang adalah minggu tenang.,
saat dimana seharusnya saya belajar atau mempersiapkan bahan buat ujian.
tapi apa yang saya lakukan.?
hari Jumat : ke JakCloth 2009

hari Sabtu : malmingan sama teman2 di J.Co --janjian jam 4 tapi berangkat dari rumah jam 4.15--
hari Minggu : dateng ke Traxkustik di HardRock Cafe EX --dateng pas pementasan band terakhir, Netral--
hari Senin : ke Salon Itje Her --janjian jam 1 atau 2 tapi baru dateng jam setengah 3--
hari Selasa : nonton Garuda di Dadaku --harus melewatkan pementasan sebelumnya karena telat 10 menit--

manajemen waktu itu susah.

atau emang saya aja yang ga bisa atur waktu.?
ga bisa adil sama diri sendiri.
ga bisa konsisten sama apa yang udah direncanain.
ga bisa stick to the plan.
intinya,,

ga bisa atur waktu.



--CePe--
 
blog design by suckmylolly.com | Distributed by Deluxe Templates