6.11.13

bertemu


alhamdulillah akhirnya event gue selesai juga. Bisa dibilang project gue untuk tahun ini sudah beres. Tinggal bantu2 untuk event project majalah sebelah.

Acaranya lancar, client happy, tenant puas, audience terhibur.
Intinya sih "anda puas kami lemas"..

Gimana ga lemas kalo tiap hari dari Selasa 29 Okt gue udah tiba di Surabaya, event Jumat – Minggu lalu tiap hari tidur di atas jam 12 bahkan jam 4 pagi dan mesti stand by pagi2 bahkan di hari Minggu baru kembali ke hotel jam 2 pagi setelah mengadakan sedikit perayaan kecil2an bersama teman2 tim lalu sudah harus buru2 ke airport paginya.
Alhasil Senin jam 4 sore setibanya gue di rumah langsung tidur dan baru bangun jam 9 pagi keesokan harinya. Untung libur tuh,. Ahahahaha.. kayaknya sih itu tidur terlama gue deh..

well., awalnya sempet bingung dan bertanya2 sih ngapain gue harus berada selama itu di Surabaya dan tiba seawal itu di sana, secara kerjaan printilan gue di Jakarta juga lumayan banyak.
Tapi gue justru bersyukur bahwa dengan gue ke Surabaya lebih awal gue bisa meeting sana sini sama banyak orang buat pengisi acara gue.
Dan justru dengan bertatap muka secara langsung jadi banyak hal yang lebih enak untuk dibicarakan secara langsung dan juga banyak dapetnya.
Seperti misalnya saat gue meeting sama psikolog untuk salah satu acara, ternyata dia juga punya spa ibu dan bayi yang pada akhirnya mengisi slot acara senam hamil bahkan ikutan jadi tenant acara gue.
Lalu saat bertemu dengan magician, ternyata dia juga bisa story telling dan bisa menyediakan badut akrobat serta memberi link ke pengisi acara kids percussion.
Hal2 tak terduga seperti itu yang membuat gue bersyukur bisa bertemu langsung sama mereka. Kalo ngobrol di telepon mungkin pembicaraan tidak bisa santai, agak terhambat, dan juga terbatas. Tapi saat bertemu jadi lebih santai, bisa membahas banyak hal, dan lebih mudah untuk dealing sesuatu.

Sebenernya gitu juga sih dengan hubungan *eaaakk..

kalo bisa bertemu itu gue rasa bisa bicara banyak hal, fokus perhatian pun menjadi lebih jelas dan ga ada distract dari hal2 lain. Tapi kalo bertemu saja jarang, sekalinya bertemu seakan menghindari pembicaraan masalah, ataupun justru malah tidak tau apa yang mau dibicarakan. Trus kalo udah gitu mau gimana? Apalagi yang bisa dilakukan? Kadang cuma duduk diam, melakukan kegiatan masing2, padahal gue rasa sebenernya banyak yang mau dibicarakan. Tapi kan itu gue nya sih yah yang merasa. Kalo hanya satu orang yang merasa dan yang satunya merasa tidak ada apa2 kan jadinya ga nyambung dan pembicaraan pasti akan terhambat.

Yah pada intinya adalah semuanya udah stuck dan diam di satu tempat. Maju tidak, mundur pun sungkan.

Lalu, bagaimana?

--CePe--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

please do not be hesitate to speak up your mind

 
blog design by suckmylolly.com | Distributed by Deluxe Templates