15.5.14
good parenting
Actually gue adalah orang yang cukup idealis. Atau saklek. Yaaah mungkin ga fleksibel. dan cukup kaku.
Saat ini sedang gencar2nya campaign mengenai pentingnya pemberian ASI pada anak. Gue pun membeli buku yang ditulis oleh para Ayah yang peduli akan ASI.
Membaca buku ini membuka mata gue betapa ASI itu penting buat bayi. Selain murah *bahkan ga keluar biaya* ,, kandungan yang didalamnya pun sangatlah luar biasa dan ga bisa dikalahin oleh susu formula manapun.
Yah singkatnya adalah buatan Tuhan dan buatan manusia kan emang beda yaaahh..
Gue pun bertekad mau melakukan IMD dan memberikan ASIX pada anak gue nantinya.
Gue mulai belajar mengenai hal2 yang berkaitan dengan ASI.
Jadi walaupun gue banyak bekerja sama dengan brand susu formula dalam membuat event, jujur gue lebih pro ASI. Biarkan saja ibu2 itu memberikan sufor buat anak2nya. Gue akan memberikan ASI pada anak gue nanti.
Hingga 2 hari yang lalu gue bertemu seorang psikolog cantik yang ga pelit ilmu, RS., M.Psi, MPHEd.
Beliau cerita bahwa jadi orang tua jaman sekarang itu susah. Mau ngasih makan anak aja banyak banget kendalanya. Segala macam terpaan, omongan orang, hingga campaign yang beredar di masyarakat.
Harus ngasih ASI,, kalo ga kasih ASI berarti ga sayang anak.
Kalo ngasih ASI harus 6 bulan, lanjut 1 tahun, bahkan sampe 2 tahun.
Ga boleh pake sufor, kesian anaknya.
Cape!
Bahkan menurut beliau, dalam fase hidup manusia itu masa paling tidak bahagia adalah saat ia memiliki anak usia 0-5 tahun.
Ngurus anak, begadang, nyusuin, dan lain2.
Gue bilang,"tapi Mba, kalo aku lihat di social media temen2 aku yang punya baby pada happy tuh Mba.. Anaknya udah bisa ini, udah lulus ASI 6 bulan..."
dan Mba Psikolog itu bilang,"itu kan hanya pencitraan yang tertangkap kamera. Kita kan ga tau bagaimana susahnya dia mencapai semua itu.."
Bahkan masih menurut beliau, yang namanya pemberian ASI itu jatuhnya jadi seperti kebanggaan atau ego orang tuanya sendiri. Untuk 'pemenuhan' orang tua, bukan dilakukan karena anak. Orang tua merasa bangga berhasil dan sukses memberikan ASI hingga 2 tahun. dan merasa memiliki *dan akan terus memiliki* bonding yang kuat dengan anaknya. Padahal kalo ga didukung dengan good parenting yaaaa sama aja boong. Jangan ngarep lo akan deket sama anak lo sampe kuliah nanti hanya karena lo ngasih ASI 2 tahun,, tanpa didukung dengan pola asuh yang baik.
Selain itu, sore ini gue ngobrol2 sama #iparcantik1 .. dia bilang ga usah terlalu berlebihan. Kalo bisa ngasih ASI ya bagus. Tapi kalo ga keluar sama sekali gimana? Atau tidak mencukupi gimana? Anaknya didiemin aja gitu? dan orang tua ga usah judge orang tua lainnya hanya karena ga bisa kasih ASI buat anaknya. Pasti mereka ada pertimbangan atau alasan lain kenapa ga bisa kasih ASI.
Well, balik lagi ke idealisme gue.
Yang jelas gue akan berusaha untuk memberikan yang terbaik buat anak gue nanti. Sebisa mungkin gue akan ASI tapi tanpa ngoyo dan memaksakan diri.
Bukankah kalo terlalu maksa trus jadinya stress dan malah ASI nya ga keluar yah?
Ah apalah gue ini ngomong ngelantur.
Boro2 ngomongin ASI, baca artikel 'teknik mengejan saat melahirkan' aja udah mules dan ngilu. ahahahaha.
Yang penting sekarang,,, pacar mana pacaaaar?
--CePe--
5.3.14
tonight
Setelah selesai menyiapkan barang2 buat besok, akhirnya gue bisa mengistirahatkan punggung.
Actually 3-4 bulan ini gue mulai nge-gym di health club sebuah hotel deket rumah gue.
Alasan gue memilih di situ bukan di pusat kebugaran lainnya yang lagi hits itu adalah di hotel itu ada kolam renangnya, dan gue suka renang. Lalu di sana cukup sepi, jadi ga perlu repot2 mikirin atau ngurusin orang lain *yaaa itu sih gue nya aja yang kepooo..
Selain itu kelas yoga nya membuat gue nyaman di sana.
Niatan awal gue nge-gym adalah mulai memikirkan perkataan sii #beibi yang menyuruh gue diet, ngurusin badan, biar cantik, ga kayak emak2
*sigh
Selain itu gue emang merasa udah seharusnya gue berolahraga. Selain biar badan gue bergerak, sehat, dan pengen kurus juga sih. Hihihihi.
Dengan ikutan yoga pun gue pengen melatih pernapasan gue yang menderita asthma ini. Untungnya instruktur gue baik dan gue dikasih tau gerakan2 buat terapi asthma *yang sayangnya jarang gue praktekan. Huhuhuhu.
Hasil dari gym gue adalah selain berat badan gue berkurang, tidur lebih enak, badan lebih firm, dan gue bisa jadi manusia pagi *karena gue melakukan gym sebelum pergi ke kantor.
--
Anyway majalah bulanan ibu dan bayi sudah terbit!
*plus ada foto gue di liputan event,, yaaahh itung2 'upah' sebagai MC.. Hihihihi..
Sedikit baca2 di kantor tadi siang, gue suka dengan special section nya yang membahas tentang Digital Generation.
Dengan terpaan berbagai macam gadget di sekeliling kita, membuat anak2 jaman sekarang pun tumbuh di era digital.
Hal ini pernah gue bahas dulu dengan #beibi,, di saat kami masih bisa berbicara santai dan enak *curcol dikit..
Pada intinya adalah gue ga begitu suka membiarkan anak kecil memegang iPad atau gadget sejenis. Gue suka melihat mereka memegang buku, coret2 kertas, atau bermain dengan mainan *robot2an, boneka, lego..
Pada ponakan2 gue, gue melihat mereka ga mau makan kalo ga megang iPad. Atau malah jadi ga interaksi sama sekitar bahkan bocah seumuran mereka karena masing2 sibuk dengan iPad nya. Bahkan sii ABG itu ga bisa lepas dari iPhone nya dari dia bangun sampe tidur.
Sii #beibi dulu bilang, asal bisa menyeimbangkan dan membatasi ga apa. dan ada beberapa games atau aplikasi juga yang bagus sebagai sarana bermain anak kecil. Tapi entahlah,, gue pun tetap ga setuju. Mungkin nantinya saat punya anak gue ga akan memberikan mereka gadget yang tidak sesuai usianya.
Biarkan mereka bermain bersama teman2nya, pulang bau keringat, baju kotor, tubuh memar atau lecet akibat terjatuh.
Karena justru di situ mereka belajar untuk berinteraksi, mengenal sekitar *alam, orang lain, tumbuhan, hewan*, dan membuat tubuh lebih kuat.
Tapi pikir2,, kalo semua anak nantinya memegang iPad, lalu anak2 gue akan main sama siapa dong?
*sigh
--CePe--
Langganan:
Postingan (Atom)
