30.5.09

komitmen --sebuah retorika--

beberapa tahun belakangan ini saya kenal seseorang.
dia datang dan pergi.
datang.
lalu pergi.
tak lama datang lagi.
sejenak kemudian pergi lagi.

ahh.
entah apa yang membuat dia begitu.
tak tahu pula apa yang membuat saya tetap bertahan dengan keadaan seperti itu.
tak mengerti apa yang membuat kami menjadi seperti ini.
bingung dengan apa yang ada di hati.

hati siapa.?
ia.
saya.
kami.

sampai tadi siang saya mendengar pendapat dari seorang teman yang mengenal kami berdua.
teman itu mengatakan bahwa seseorang yang datang dan pergi tersebut selalu seperti itu.
tak pernah mengakui kehadiran seseorang dalam hidupnya.
sampailah pada satu kesimpulan bahwa sebenarnya ia takut untuk berkomitmen.

komitmen.
hal itu yang selalu didengung2kan di majalah wanita.
sebagian besar --kalo boleh dibilang semua-- majalah tersebut memberikan saran pada para pembacanya untuk menghentikan hubungan dengan laki2 yang takut komitmen.
saya hanya membaca.
tanpa mengerti.
namun sekarang saya mengerti.
--kenapa saya harus selalu menjadi orang tersebut untuk kemudian mengerti apa yang dirasakan.. kenapa saya tidak bisa "put my feet in someone's shoes" untuk mengerti tentang sesuatu..--

komitmen.
menurut definisi saya.,--maaf..saya terlalu malas untuk mencari di kamus atau sekedar click di wikipedia-- adalah semacam perjanjian yang membuat pihak2 yang terlibat menjadi terikat satu sama lain.

perjanjian.
tidak harus 'hitam di atas putih'.
yang penting sama2 sadar peranan masing2.

mungkin itu yang membuat teman saya datang dan pergi.
dia terlalu takut untuk berkomitmen dengan saya.
terlalu takut untuk terlibat dalam suatu perjanjian.

childish.
ya.
kekanak2an.
seorang dewasa seharusnya tidak takut pada komitmen.
karena bagaimanapun., dalam hidup ini kita akan bertemu pada komitmen.
termasuk dengan diri sendiri.

saat search tentang 'commitment' di google --well.,saya juga mau memperkaya tulisan saya dengan sumber2 yang bermutu..-- saya menemukan keyword 'commitment phobia'..

click.
copy.
paste.
"Commitment Phobia can affect almost any part of the person's life, but especially affects how a person feels about becomming involved, or staying involved, in a long term relationship." (www.anxietymatters.com).

involved.long term relationship.relationship.
itu kata2 yang menjadi pusat perhatian saya.

benarkah.?
benarkah relationship dapat menjadi seburuk itu bila sudah dikaitkan pada komitmen.?
benarkah komitmen dapat mempengaruhi relationship.?

ternyata relationship tak seindah itu.
ternyata komitmen tak semudah itu.

saya ulangi lagi kata itu.
"komitmen".
kali ini seperti berkata pada diri saya sendiri.

siapkah saya.?
saya mencoba untuk "put my feet in someone's shoes".
mencoba merasakan apa itu komitmen tanpa harus menjadi orang yang berkomitmen.

saya tertegun
terdiam.
hingga sampai pada satu kesimpulan.

ternyata saya tidak sesiap itu.

ia.
saya.
kami.
sama2 childish.



--CePe--

29.5.09

kuliah pengganti di hari Jumat --bagian dua--


tulisan ini bisa dibilang sambungan dari sebelumnya. namun bisa juga jika ingin dilihat secara terpisah. namun jika ingin dilihat secara satu kesatuan akan lebih bagus lagi. maka dari itu mereka adalah rectoverso.

mata kuliah kedua adalah tentang perkembangan alat2 teknologi komunikasi. pada awal pelajaran., dosen bilang,"kalo kamu mau nikah nanti pilih orang yang mencintai kamu.."

teman2 langsung protes.,"kalo gt ga ada abis nya dong pak!karena rasa cinta nya dia gak berbalas.."
si bapak bilang,"yaa.. kalo ada beberapa pilihan kamu pilih mana yang mencintai kamu. kamu jangan pilih orang yang kamu cintai.."

wew. adilkah itu.?
A mencintai B. B mencintai C. C mencintai D. .. tak akan ada habisnya.
A mencintai B. lalu bagaimana dengan B.?akankah dia mencintai A.? adilkah untuk A.? bukankah sakit mencintai tanpa balas dicintai.?

lalu bagaimana jika semua orang berpikir seperti Bapak Dosen.?
A mencintai B. B mencintai C.
lalu A berpaling pada D yang mencintainya.
bukankah menyakitkan.?

egois kah itu.?
"yang penting kita dicintai.. karena kan enak kalo dicintai.. masalah mencintai., nanti juga pasti bisa lah.. pasti berbalas.."

bagaimana jika saling mencintai.?
"nah.. kalo itu lebih bagus lagi..!!" jawab sang dosen dengan semangat.

menurut Anda.?


--CePe--
 
blog design by suckmylolly.com | Distributed by Deluxe Templates