30.3.12

olala

hailow.
a post from Surabaya.
halah., apa sih gue ini. serasa travel blogger banget deh. hahahaha.

yakk., lagi2 kerjaan ini membawa gue ke lain kota, Surabaya.
di sela2 event gue melakukan beberapa hal.
seperti foto2 sekitaran *oops., foto2 kan ga membuat gue meninggalkan kerjaan, ahahahaha.

sebenernya gue suka dengan foto2 gitu.
bukan hanya sekedar foto2 narsis. tapi juga foto2 sesuatu yang random gitu.
berawal dari pelajaran fotografi waktu jaman kuliah dulu.
trus lanjut minjem kamera kakak sulung gue buat foto2 random.
udah gitu didukung sii mas AA yang emang ngerti foto.

salah satu alasan gue membobol tabungan buat beli iPod adalah gue pengen punya aplikasi instagram itu. dan selain itu kamera produk apple ini juga lumayan OK.
tapi berhubung ini iPod yang berarti gue harus wifi-an buat publish foto gue, maka kadang gue suka males foto2 dan cuman bisa menikmati 'spot' atau objek bagus dan merekamnya dengan mata gue.
kenapa juga mesti di publish yah.?
mestinya kan udah aja gue foto dan nikmatin sendiri.
butuh eksistensi diri.?
atau ga mau kalah sama foto2 following gue yang keren2 itu.?
hmm..

kadang gue suka tiba2 kepikiran sesuatu yang kira2 mau gue foto dengan tema random atau hanya sekedar foto yang punya cerita dan makna buat gue sendiri.

di event kali ini gue tadi foto kabel dan colokan listrik dengan lambang nama kontraktor gue on it.
maknanya buat gue adalah : event kali ini bermasalah sama listrik yang berhubungan sama kontraktor gue. harapan gue saat liat lagi foto itu nanti gue akan inget that moment.
see.?that simple picture tells deep story to me.
udah ada sih fotonya.
akan gue upload di instagram gue segera.

selain itu gue pengen banget foto tas selempang rajut gue.
tas kecil yang selalu gue bawa event selama 1 tahun lebih terakhir.
tas ini oleh2 dari sodara gue dari Jogja.
awalnya ga pernah gue pake karena bingung mau pake kemana.
bentuknya yang bulet dan ga ada zipper nya bikin riskan kalo mau dipake jalan2.
sampailah gue di event di Tennis Indoor Senayan Jakarta bulan Oktober 2010 lalu.
gue pake tas itu buat bawa perlengkapan event gue.
sejak itu, tas ini selalu gue bawa saat gue pergi event.

di tas kecil ini bisa muat banyak benda.
mulai dari 2 henfon gue, kertas2 notes atau tanda terima barang, kaca, tetes mata, tempat kacamata, pulpen, sampe HT.
see.? banyak kan isinya.
hehehehehe.

gue ga ngerti kenapa postingan kali ini gue kasih judul olala.
seperti yang sudah sering gue tulis di blog gue., memberi judul adalah hal tersulit buat gue.
judul itu seperti intisari dari cerita ini atau tema utama yang mau dibahas.
mungkin harusnya judul itu ga gue buat pertama kali., tapi justru saat tulisan ini sudah rampung dan jelas arahnya kemana.

sama ga jelasnya sama gue dan sii aa.
sebuah hal yang dijalani ga jelas buat apa, mau apa, dan kemana.
bener2 absurd dan hanya permainan orang dewasa yang menolak menjadi dewasa.
kadang suka ga ngerti sama apa yang gue jalanin sekarang.
kadang sesal, kadang suka, kadang pedih, kadang sakit, dan kadang nakal.

sedangkan gue dengan Tukang Waduk seperti maju mundur.
terkadang dia menjadi sedikit gila dan membuat gue senyum2 sendiri karena ga kebayang ternyata dia bisa kayak gitu.
kadang suka bikin bingung karena tiba2 ga ada respond dari dia.

yayayaya.
iklan di TV sudah mulai menampilkan iklan2 absurd khas iklan rokok.
absurd.? bukan sih.. lebih tepatnya mengekspresikan brand mereka dengan cara mereka sendiri.
dengan tampilnya iklan rokok di TV., artinya minimal sekarang ini sudah setengah sepuluh.
*bukan., ternyata 9.58 PM.

capeu ih.
event nya masih 2 hari lagi.
mariii tiduuuur.


--CePe---

25.3.12

asal muasal

baru juga 2 menit tulisan gue yang tadi gue publish., udah muncul ide lain untuk blogging.
alhamdulillah :)

semalam gue terlibat pembicaraan cukup seru sama sii aa.
berawal dari cerita gue yang baru aja nonton DVD Opera Jawa, terus berlanjut berlanjut ngomongin malam satu suro.

film Opera Jawa yang gue tonton ini sebenernya bagus sih.
bentuknya tarian dan nyanyian Jawa.
ada translation nya dalam bahasa Inggris. tapi bahasa Inggris nya pun gue ga ngerti.
gue rasa bahasa Jawa yang dipake adalah bahasa jaman Majapahit dan translation nya pun jaman Frankenstein.
cukuplah bagi gue bertahan selama 40 menit nontonnya. gue ga ngerti simbol2 yang dipresentasikan lewat gerak dan tarian para pemainnya.

balik ke pembicaraan di telfon dengan sii aa.
dia sedikit menyinggung mengenai perayaan Malam Satu Suro.
namun bukannya menjelaskan lebih lanjut, dia malah melontarkan pertanyaan2 seperti kenapa ga boleh nikah saat Malam Satu Suro, lanjut ke pembicaraan mengenai penghitungan hari baik dan hari buruk untuk menikah.

penghitungannya tuh gini :
tanggal lahir calon pengantin, tanggal lahir orang tua calon pengantin, tanggal lahir kakek calon pengantin.
trus ntar ada penghitungannya kapan tanggal dan jam yang baik bagi pengantin untuk menikah.
logikanya., jika ternyata tanggal yang semula kita tetapkan untuk menikah ternyata adalah tanggal ketika kakek calon pengantin meninggal kan artinya ga sopan. saat tanggal dimana seharusnya kita berdoa mendoakan orang yang sudah tiada eh kita malah pesta2.

bahkan sii aa berani menjamin untuk menghitung ulang tanggal pernikahan pasangan yang sudah menikah dengan tanggal baik yang seharusnya mereka pilih. jika ternyata pasangan tersebut menikah tidak di tanggal baik tersebut, niscaya kehidupan pernikahan mereka ada aja masalahnya.
untuk satu ini, wallahualam :)

beberapa waktu yang lalu saat gue nonton drama musikal Gatot Kaca Jadi Raja, sii aa juga melontarkan pertanyaan instead of menjelaskan mengenai kisah Gatot Kaca.
kenapa Gatot Kaca dinamain Gatot Kaca.?

maka pagi ini, setelah terjadi pembicaraan semalam itu, gue buka netbook dan googling tentang Malam Satu Suro dan kisah Gatot Kaca.
inilah jawaban gue atas pertanyaan2 tersebut yang gue kirim ke e-mail dia pagi ini.

Malam Satu Suro adalah perayaan malam tahun baru dalam penanggalan Jawa.
ini berawal dari masa Sultan Agung yang ingin memadukan budaya Jawa dengan budaya Islam., maka ditentukanlah bahwa satu Suro yang juga satu Muharam sebagai tahun baru Jawa.
pada bulan ini masyarakat diminta untuk sadar diri., instropeksi diri., dan mengendalikan hawa nafsu.
manusia harus sadar dan waspada mengenai siapa dirinya di mata Tuhan dan waspada terhadap godaan setan. makanya pada bulan ini pantang bagi masyarakat Jawa untuk melakukan pernikahan.
karena pesta pernikahan yang biasa gemerlap ga sesuai sama nilai 'lelaku' atau mengendalikan hawa nafsu yang harus dijalani selama bulan Suro.

nilainya sih sebenernya lebih ke arah instropeksi diri. apa aja yang udah dilakukan selama setahun belakangan dan mau gimana ke setahun ke depan. dan instropeksi ini ga hanya dilakukan dalam satu malam saja tapi selama bulan Suro itu.

bener ga kayak gitu.? lebih kurangnya tambahin yaaahh..
oya., aa pernah tanya juga tentang kenapa Gatot Kaca dinamain Gatot Kaca. well., as i've said, aku tuh pernah baca tapi lupa. nih aku summarize lagi..

Gatot Kaca adalah anak dari Bima dan Arimbi.
nama Gatot Kaca sendiri diberikan karena waku lahir kepalanya mirip kendi. makanya dikasih nama Gatot Kaca yang berarti memiliki kepala seperti kendi. diambil dari bahasa Sansekerta.
waktu kecil namanya Jabang Tetuka.
Tetuka kemudian diminta oleh Narada untuk membantu kahyangan yang saat itu lagi diserang musuh. terus sii Tetuka ini hebat banget., makin dilawan dia malah makin kuat. akhirnya Patih Sekipu, musuh kahyangan itu minta Narada membesarkan Tetuka.
Narada kemudian menceburkan Tetuko ke Kawah Candradimuka. trus para dewa kemudian menceburkan berbagai macam pusaka ke kawah. trus Tetuka muncul lagi ke permukaan sebagai seorang laki2 dewasa dengan berbagai macam pusaka dewa melebur di dirinya. setelah itu ia bertempur lagi melawan Sekipu dan menang.
kemudian Kresna dan Pandawa nyusul ke kahyangan dan memotong taring Tetuka dan melarang Tetuka menggunakan sifat keraksasaannya.
Batara Guru raja kahyangan menghadiahi Tetuka seperangkat pakaian pusaka, dan sejak itu namanya berubah jadi Gatot Kaca.
itu hasil gue googling dan rangkuman dari beberapa artikel sih. hehehehe.
kalo dari kalian merasa ada yang kurang atau lebih, boleh loh dikoreksi. berhubung sii aa juga ga memberikan penjelasan apa2.

setelah puas dengan hasil googling gue, kok gue jadi merasa berkhianat yaah.
budaya Jawa gue cari sampe segitunya.
apa kabar budaya gue sendiri.?
hahahahaha.

gue pun mulai googling. dan emang literatur atau artikel mengenai budaya Sumatera Selatan jarang euy.
sebagai informasi tambahan, gue orang Sumatera Selatan.
biar gampang gue menyebut diri gue orang Palembang. tapi sebenernya gue bukan orang Palembang, melainkan orang Lahat, Pagar Alam.
sebuah kabupaten yang jaraknya 6 jam dari Palembang.
tapi kalo gue jelasin ke orang2 pasti mereka ga ngerti dan susah juga jelasinnya.
jadi yaa udah aja gue bilang gue ini orang Sumatera Selatan. hihihihi.

setelah googling dan baca2 cerita mengenai Si Pahit Lidah, tokoh legenda yang terkenal di Sumatera Selatan, gue pun googling lagu Gending Sriwijaya.
sebuah lagu yang biasanya dipakai untuk nyambut tamu dan mengiringi tarian.
lagu dan tarian ini juga biasanya dilakukan saat acara pernikahan.
makin iseng, gue download mp3 Gending Sriwijaya.
merinding euy dengerinnya.
gue pun cerita ke sii aa dan gue kirim hasil googling gue ke e-mail dia :

sedikit tentang kebudayaan sumatera selatan.
ini lirik lagu Gending Sriwijaya dan cerita tentang tari tanggai

Di kala ku merindukan keluhuran dulu kala
Kutembangkan nyanyian lagu Gending Sriwijaya
Dalam seni kunikmati lagi zaman bahagia
Kuciptakan kembali dari kandungan Sang Maha Kala
Sriwijaya dengan Asrama Agung Sang Maha Guru
Tutur sabda Dharmapala sakya Khirti dharma khirti
Berkumandang dari puncaknya Siguntang Maha Meru
Menaburkan tuntunan suci Gautama Buddha sakti.

Borobudur candi pusaka di zaman Sriwijaya
Saksi luhur berdiri teguh kokoh sepanjang masa
Memahsyurkan Indonesia di daratan se-Asia
Melambangkan keagungan sejarah Nusa dan Bangsa
Taman Sari berjenjangkan emas perlak Sri Kesitra
Dengan kalam pualam bagai di Sorga Indralaya
Taman puji keturunan Maharaja Syailendra
Mendengarkan iramanya lagu Gending Sriwijaya.


Tarian Gending Sriwijaya digelarkan 9 penari muda dan cantik-cantik yang berbusana Adat Aesan Gede, Selendang Mantri, paksangkong, Dodot dan Tanggai. Mereka merupakan penari inti yang dikawal dua penari lainnya membawa payung dan tombak. Sedang di belakang sekali adalah penyanyi Gending Sriwijaya. Namun saat ini peran penyanyi dan musik pengiring ini sudah lebih banyak digantikan tape recorder. Dalam bentuk aslinya musik pengiring ini terdiri dari gamelan dan gong. Sedang peran pengawal kadang-kadang ditiadakan, terutama apabila tarian itu dipertunjukkan dalam gedung atau panggung tertutup. Penari paling depan membawa tepak sebagai Sekapur Sirih untuk dipersembahkan kepada tamu istimewa yang datang, diiringi dua penari yang membawa pridon terbuat dari kuningan. Persembahan Sekapur Sirih ini menurut aslinya hanya dilakukan oleh putri raja, sultan, atau bangsawan. Pembawa pridon biasanya adalah sahabat akrab atau inang pengasuh sang putri. Demikianlah pula penari-penari lainnya.
kali ini sih beneran gue copy paste dari wikipedia. abisnya ga ada sumber referensi lain sih.
oya., gue juga nemu web yang cukup seru., coba deh ceritarakyatnusantara.com untuk tau lebih lanjut soal kisah2 legenda di daerahmu.

well., inilah sedikit mengenai dua budaya.
kalo budayamu sendiri gimana.?


--CePe--
 
blog design by suckmylolly.com | Distributed by Deluxe Templates