5.2.12

nowadays' topic

sebenernya posting gue kali ini terinspirasi dari blog NI.Tautan
bukan bermaksud plagiat atau meniru, cuman emang saat ini hal itulah yang jadi topik di hidup gue. ga cuman di keluarga, tapi juga di lingkungan temen2.
nikah.

satu kata yang kayaknya sakral banget gitu. kadang dihindari untuk jadi sebuah topik pembicaraan tapi kadang jadi sebuah topik yang seru saat ngobrol bersama perempuan2 rempong itu.

bingung juga sama satu kata ini. udah sering dibahas tapi kayaknya ga ada abisnya. mungkin akan habis dan selesai saat satu kata itu diakhiri dengan,
"gimana saksi.? sah.? saaahhh.. alhamdulillah..."
dan pastinya akan ada kata baru saat kata nikah selesai terlaksana : anak.

yah begitulah.
bahkan ada seorang kenalan gue yang tinggal jauh dari hiruk pikuk kota Jakarta sampe harus seperti 'terpaksa' menikah karena udah jadi omongan keluarga besar. usia sudah cukup tapi belum menikah nampaknya adalah sebuah sasaran empuk bagi para tetua untuk menyerang muda mudi di keluarga masing2.

apa rasanya yah menikah seperti itu.?
gue pernah baca satu buku. lupa novel apa. kayaknya sih cintapuccino atau a very yuppy wedding.
well, intinya adalah sii laki2 bilang ke sii perempuannya bahwa dia ga mau mereka nikah nantinya itu hanya karena gedung udah di pesen atau undangan udah disebar. tapi dia mau mereka nikah karena menga udah siap dan emang keputusan masing2.

bicara tentang nikah, pacar pun aku tak punya.
kadang merasa santai. namun ada pula masanya gue deg2an sendiri. tapi kalo dari blog @revolutia, dia pernah bilang bahwa,"pernikahan adalah masalah mentalitas, engagge to it when you are ready, not because you are afraid you will end up single and lonely".
and I'm totally agree with that statement.

-----

oya., gue juga ga ngerti kenapa dengan menjalani Long Distance Relationship atau LDR.
nampaknya di twitter saat ini orang2 pada drama dengan membesar2kan LDR.
gue pernah LDR.
beda umur pun jauh.
dan menurut gue biasa2 aja tuh. ga ada susah2nya. mungkin karena gue terbiasa mandiri dan melakukan apa2 sendirian kali yaah.
jadi walaupun punya pacar tapi terpisah selat sunda pun ga masalah buat gue.

toh sekarang alat komunikasi udah canggih. ada banyak provider HP yang menawarkan paket murah ke sesama penggunanya.
selain itu koneksi wifi pun mudah di dapat di cafe2 di mall.
walaupun gue di Jakarta dan dia di tengah hutan kita tetep bisa komunikasi.
dengan fasilitas webcam pun gue bisa berbagi suasana cafe favorite dia yang udah lama ga dia kunjungi.

ga ada masalah dari segi komunikasi.
kalopun akhirnya gue dan dia bubar, itu karena gue nya aja yang bandel. hehehehe.

cuman mungkin ada orang2 yang memang harus menuntut kehadiran nyata sii pacar di dekatnya kapanpun dia butuh.
jadi itulah kenapa LDR pun dirasa berat untuk dijalani.

well, enough said.
gue mau tidur karena besok sudah Senin.
saatnya kembali save the world.


--CePe--

4.2.12

my Saturday

heilow.
this is at 11.14 PM on Saturday, 4 Feb 2012.
quite late at night.
malam yang cape setelah seharian ini gue pergi.

dimulai dari pagi ini gue sudah stand by di mall Senayan City untuk nonton pertunjukan Gatot Kaca Jadi Raja, lalu ke rumah kakak gue, trus ke Pondok Indah Mall bareng kakak gue dan istrinya.

----

#GatotKacaJadiRaja adalah sebuah drama musikal yang bercerita tentang pengangkatan Gatot Kaca jadi Raja Pringgandani. acara berdurasi 1 jam ini merupakan sekuel dari Jabang Tetuko yang dipentaskan tahun lalu *gue gak tau tepatnya kapan karena gue ga nonton*.
walaupun telat 40 menit dari jadwal seharusnya, tapi acara ini cukup menghibur.
sayangnya menurut gue sih ini kurang maksimal dan kurang greget dari segi pemeranan dan juga olah tubuh pemain.
mungkin untuk mengejar durasi 1 jam pertunjukan, adegan perkelahian yang harusnya bisa jadi nilai plus jika dimaksimalkan malah diganti dengan semacam tayangan taping di big screen yang ada di panggung. jadi serasa nonton acara tutur tinular.
selain itu penokohan Gatot Kaca yang diberikan pada aktor yang cukup terkenal itupun terasa kurang maksimal. entah kenapa, penokohannya kurang kuat dan kurang masuk aja sih menurut gue. kalo istilah di tempat teater gue dulu adalah, penghayatannya kurang.
dari segi musik OK. dari segi kostum pun OK dan terlihat mewah.
cuman yaaa itu tadi. cuman dari segi penokohan yang kurang maksimal. mungkin durasi latihan yang kurang lama atau karena ngejer waktu pertunjukan 1 jam.?

beres dari situ niatnya gue mau langsung cabut ke nikahan temen kantor di daerah Lenteng Agung. apa daya, hujan deras plus ga tau jalan jadinya gue mengurungkan niat ke sana.
akhirnya berdiam diri dulu di mall itu sambil makan dan ngobrol2 sama temen kantor dan RFS yang tiba2 muncul di SenCi.

hujan reda. gue lanjut ke rumah kakak gue di daerah Cilandak.
sampe di sana, sii kakak udah siap mau pergi. langsung aja gue ngikuuutt.
ternyata oh ternyata,, sii kakak nampak mau 'pacaran' sama istrinya karena anak2 lagi pada ga di rumah.
pikir2, ini seperti dejavu.
seperti di pertengahan 90an saat sii kakak masih pacaran sama istrinya, gue suka diajak ke PIM di hari Sabtu. hihihihi.

dan sekarang gue di rumah kakak gue.
online malem2 sendirian.
biasanya ada 3 ponakan gue yang udah ngantri mau pake komputer, atau merengek manja,"Tante Pi ayo tidur.. ga mau tidur kalo ga sama Tante Pi.."
ada yang kurang saat ga ada 3 bocah itu di rumah ini.

hya suds.
Sabtu sudah hampir berganti jadi Minggu.
mari lewati pergantian hari dengan menikmati mimpi.


--CePe--
 
blog design by suckmylolly.com | Distributed by Deluxe Templates