3.11.11

re-inlove

Lights off.
Just me and my gadgets; netbook and songs from my BlackBerry.
Akhir2 ini gue suka nulis blog dengan suasana seperti ini. bukannya mencoba untuk menjadi galau atau sok2an nyari inspirasi. Cuman menurut gue suasana seperti lebih tenang dan nyaman buat gue. Saat mata gue hanya bisa fokus ke netbook dan jari gue terus mengetik tanpa harus terdistraksi oleh sekeliling. Sunyinya kamar gue isi dengan lagu2 dari BB gue. Hingga yang terdengar cuman ketikan tuts keyboard dan lagu favorite gue.

#nowplaying talking to the moon ~ Bruno mars

Akhir2 ini gue merasa sangat bingung. Seperti ga ada pegangan dan ga tau mesti kemana dan ngapain. Solat dan puasa sudah gue lakukan *walaupun nampaknya masih sangat kurang dan jauh dari cukup untuk mendapat sebuah jawaban*.

Dan lagi2 berdiam diri serta banyak bertukar pikiran sambil tetap menjalankan hari2 seperti biasa justru membuat gue menemukan jalan keluar. Gue merasa jalan ini adalah hasil apa yang selama ini gue cari. Akhirnya Tuhan memberikan gue jalan. Dengan bantuanNYA dan juga usaha gue, insya Allah gue mantap memilih untuk tinggal, bukan pergi.

------
Pernah ga sih lo merasa cape dan suntuk banget sama satu hal.?
Yang lo butuhkan bukan hanya sekedar liburan *atau sweet escape kalo bahasa gue* tapi justru yang lo butuhkan adalah keluar.
Keluar bukan sekedar melongok dari balik jendela untuk kemudian balik badan lagi. Tapi benar2 keluar dari pintu utama dan tidak pernah kembali lagi. Benar2 hanya satu jalan keluar.

Gue ada di posisi itu. Entah masih berada di posisi itu atau sudah melewatinya. Gue belum bisa putuskan, karena gue masih berproses.

Tapi pernah ga lo justru kembali jatuh cinta lagi dengan hal yang tadinya sudah sangat lo sebelin itu.? Pernah ga lo seperti terhisap lagi ke dalamnya dan justru menikmati semuanya.? Pernah ga lo merasa susah lepas dari hal yang lo bilang sudah sangat lo benci tapi begitu sayang untuk dilepaskan.? Pernah ga lo merasa seperti yang gue rasakan saat ini.?

Ada yang bilang gue ga berani untuk melangkah keluar dan takut tidak dapat yang lebih baik dari sekarang. Ada yang menyemangati gue untuk keluar dan mendapatkan yang lain yang lebih pantas gue dapatkan.
Tapi di sisi lain temen gue nampak sangat kekeuh berkata bahwa gue masih harus bertahan dan ga bisa bertindak reckless kayak gini. Lalu temen gue yang lain yang sudah sangat lelah menghadapi gue bilang bahwa kalo gue masih merasa nyaman dengan situasi yang ada ya sudah lanjutkan saja.

Gue sudah membuka pintu.
Sebelah kaki sudah terjulur keluar.
Tapi sebelah kaki masih tertinggal di dalam.
Anehnya, seperti ada kekuatan besar yang membuat gue bertahan dan menarik kaki yang sudah terlanjur keluar.

So here I am.

Stay here.

Dan berkata bahwa gue jatuh cinta lagi.


--CePe--

1.11.11

diam dan berbicara


Hai.!

I’m coming back. I’m happy to be this productive in this blog. Are you happy to read my blog.? I hope so.
The reason I’m coming back tonight is because, as usual, I have something to share. Something that bother my mind at the beginning and end with question mark., like a stupid question or simply unfinished thought.
What about to say.?

Tadi pagi di perjalanan gue menuju kantor di angkot biru itu, gue banyak berpikir. Bukan berpikir sih, tapi lebih ke arah mencerna, atau melamun, atau diskusi dengan diri sendiri. Entah apa namanya.

Di dunia ini ada orang2 yang nampak tak perlu berjuang susah untuk mendapat atau meraih sesuatu. Memang ada orang yang seperti itu. Ada orang yang memang Tuhan berikan dia kelebihan untuk bisa dengan mudahnya mendapatkan sesuatu. Di satu sisi ada orang2 yang harus berjuang dengan kerasnya untuk bisa mendapatkan hal yang sama. Atau ada juga orang yang tinggal memetik hasilnya saja karena yang menanam bukan dia.

Tapi percaya sama gue, Tuhan itu Maha Adil. Dan yang namanya perjuangan itu sangat diperlukan dalam kehidupan.

Lo pasti tahu kalo di dunia ini ada kaum yang tidak memercayai Tuhan dan berpendapat bahwa “kalo Tuhan Adil kenapa ada yang miskin dan ada yang kaya.?”

Gue bukan mau berfilosofi di sini, atau bukan juga mau ceramah agama. Pernah denger istilah “gimana bisa tau mana yang bener kalo kita ga tau apa itu salah.?” … nah kurang lebih seperti itu. Gimana kita bisa bilang A itu kaya kalo kita ga punya B sebagai sii miskin. Hei, bukan maksud gue buat menjadi kaum oportunis yang mengambil keuntungan dari kemiskinan sii B.

Coba deh lihat ke latar belakangnya. Sii A kaya karena memang usaha dan kerja keras. Sedangkan sii B karena daya juangnya yang kecil jadilah dia miskin. Adil kan.?

Disitulah yang dimaksud dengan Adil nya Tuhan. Dia memberikan sesuatu seusai dengan apa yang diusahakan manusia untuk hidupnya sendiri.

Malam ini sahabat gue di kantor, DA, bilang bahwa,”mungkin Tuhan kasih lo rejeki segitu karena memang segitu yang lo butuhkan saat ini. sedangkan orang lain bisa dapet lebih dari lo yaaa karena Tuhan tau segitulah yang dia dan keluarganya butuhkan..”

Gue jadi berfikir, mungkin ini yang dimaksud dengan kalimat suci, entah itu kalimat Allah atau perkataan Nabi dan Rasul bahwa Tuhan akan mencukupkan rejeki umatnya.

Well, at last.
Ini yang gue suka dengan menyendiri, duduk diam di angkot menuju suatu tempat, atau sekedar diam mengamati sesuatu. Ini pula yang bikin gue suka berkumpul dan ngobrol sama teman dan sahabat maupun orang2 baru. Semuanya seakan berkonspirasi memberikan gue pemikiran baru dan sebuah jawaban atau membentuk sebuah pola pemikiran baru di otak gue. 

diam dan berbicara.
suatu kegiatan yang saling berlawanan namun saling melengkapi satu sama lain. Hingga terkadang sesuatu yang awalnya menurut gue adalah sebuah tanda tanya besar akan berakhir dengan sebuah jawaban.


--CePe--
 
blog design by suckmylolly.com | Distributed by Deluxe Templates